Hallo Stuttgarter: Marco Abhimantra – Sang Pemadu Teknik dan Seni

Bernardus Marco Abhimantra atau akrab disapa Marco adalah mahasiswa semester 6 jurusan Audiovisuelle Medien, Hochschule der Medien (HdM) Stuttgart. Siapa sangka, pria berambut panjang sepinggang ini pernah menempuh pendidikan jurusan Informatik di HTWG Konstanz selama 2,5 tahun. Namun faktor ketidakcocokan dengan bidang studi yang diambil membuat Marco beralih ke HdM Stuttgart hingga saat ini. Menurutnya, HdM Stuttgart memberikan apa yang selama ini dia cari, yakni bidang yang mampu memadukan antara Teknik dan Seni. Sebagai contoh Televisi, Film, Musik, Animasi, Visual Effect, Event, dan sebagainya.

HdM Stuttgart

Marco yang saat ini aktif tergabung di PPI Stuttgart sebagai seksi acara dan juga di grup gamelan, Kridha Budaya Sari e.V. memiliki hobi bermain gitar dikala tidak ada kegiatan. Yang menarik dari cerita Marco tentang mengisi waktu luang adalah ada beberapa opsi kegiatan yang dilakukan tergantung dari kondisi kocek dan mood. (1) Sedang free dan banyak uang biasanya travelling ke luar negri (2) Sedang free dan tidak punya uang, jalan-jalan di Killesberg (3) Sedang free saja naik gunung bersama teman-teman (4) Sedang free dan malas keluar rumah, hanya menggambar, bermain gitar dan lain-lain. Terkadang pun Marco bekerja di Köln, sebulan atau dua bulan sekali.

Marco sebagai penanggung jawab acara MANUSIA

Ketika ditanya soal pengalaman menarik di Stuttgart adalah ketika Marco menjadi penganggungjawab acara dalam kegiatan budaya Indonesia yaitu „Indonesian Abend“ dengan tema „MANUSIA“ pada tanggal 3 Desember 2016 lalu. Menurutnya acara ini merupakan titik dimana dia mengimplementasikan ilmunya dibidang media visualisasi yang selama ini dia pelajari di Jerman, Indonesia, dan Kolombia.  Selain itu, hal menarik dari proses sebelum terselenggaranya acara ini adalah saat dia membuat film documenter yang berjudul „MANUSIA“ dan harus melakukan pengambilan gambar langsung dari Indonesia. Selama 6 tahun hidup di Jerman dan 19 tahun hidup di Indonesia, ada hal yang cukup berbeda yang dia rasakan antara manusia Jerman dan manusia Indonesia, maka dari itulah dia mencoba membawa dan menshare hal tersebut di Stuttgart.

Marco memiliki pesan untuk teman-teman Stuttgarter wannabe. „kenali diri sendiri dulu, terserah mau jadi apapun, mau melakukan apapun. Selama kalian nyaman dan enjoy dengan diri kalian sendiri dan tidak menyakiti orang lain dalam bentuk apapun, kalian bisa survive dimana saja. Gak cuman di Jerman“. Selain itu, menurutnya Stuttgart adalah rumah, tempat belajar, berkumpul bersama keluarga dan teman. Selamat berjuang dan jangan lupa tersenyum setiap hari.

Leave a Reply